Ferroalloy Ladle Refining Furnace Karbon Sedeng Karbon Rendah Karbon Mikro Karbon
Properti Dasar
Properti Perdagangan
Ringkasan Produk
Detail Produk
Tungku Pemurnian Sendok Ferroalloy
,Tungku Pemurnian Sendok Karbon Sedang
,Tungku Pemurnian Karbon Mikro
Deskripsi Produk
Tungku Listrik Pemurnian Ferroalloy
Tungku pemurnian, juga dikenal sebagai tungku pemurnian sekunder atau peralatan pemurnian sendok, digunakan untuk pengolahan mendalam baja cair dari tungku primer (EAF, konverter, dll.). Mereka bertujuan untuk meningkatkan kemurnian baja cair, menyesuaikan komposisi dan suhu, serta memenuhi persyaratan produksi pengecoran kontinu dan baja berkualitas tinggi.
Tungku listrik pemurnian ferroalloy adalah peralatan utama untuk memproduksi ferroalloy karbon sedang, rendah karbon, dan mikro-karbon. Perusahaan ini melakukan pemurnian desilikonisasi pada produk antara ferroalloy dengan kandungan silikon tinggi dan rendah karbon untuk mendapatkan produk ferroalloy dengan komposisi yang diperlukan. Peralatan ini menggabungkan keunggulan tungku busur listrik dan tungku busur terendam, menggunakan metode pemanasan busur listrik, dilengkapi dengan tiga elektroda (elektroda grafit atau elektroda self-baking kontinu). Kapasitasnya umumnya dinyatakan dalam kapasitas transformator (kVA) daripada tonase, karena tungku pemurnian yang sama dapat menghasilkan jenis dan jumlah ferroalloy olahan yang berbeda dengan menggunakan bahan baku yang berbeda.
Berbeda dengan Submerged Arc Furnace (SAF)—juga dikenal sebagai tungku reduksi—yang beroperasi dengan busur terendam, Ferroalloy Refining Electric Furnace menggunakan metode pemanasan busur terbuka dan dilengkapi dengan sistem kontrol yang mirip dengan EAF pembuatan baja. Ini menggabungkan fleksibilitas EAF dengan keuntungan ekonomi tertentu dari SAF.
Tungku listrik pemurnian ferroalloy dapat dibagi menjadi dua jenis: tipe tetap dan tipe miring, dengan perbedaan signifikan dalam fitur struktural dan ruang lingkup aplikasi:
| Jenis | Fitur Struktural | Ruang Lingkup Aplikasi |
|---|---|---|
| Tungku Pemurnian Tipe Tetap | (1) Mirip dengan tungku reduksi (tungku busur terendam), umumnya terbuka dengan tudung tinggi (2) Menggunakan elektroda self-baking kontinyu yang ditangguhkan (3) Pengumpanan material melalui pipa atau operasi manual (4) Struktur yang relatif sederhana, investasi lebih rendah |
Cocok untuk memproduksi ferromangan atau ferrokrom karbon sedang dan rendah |
| Tungku Pemurnian Tipe Miring | (1) Mirip dengan tungku busur listrik pembuatan baja, sebagian besar dengan penutup tungku (2) Menggunakan elektroda grafit pengangkat kantilever (3) Pengumpanan melalui pipa atap yang dapat digerakkan, sendok pengisi daya, atau pengumpanan manual melalui pintu tungku (4) Dapat dimiringkan 40°-45° ke arah cerat sadap dan 10°-15° ke arah pintu tungku (5) Struktur kompleks, investasi lebih tinggi |
Cocok untuk memproduksi paduan berkualitas tinggi seperti logam mangan, ferrovanadium, dan ferrokrom mikro-karbon |
Prinsip kerja inti dari Tungku Listrik Pemurnian Ferroalloy adalah pemurnian desilikonisasi, yang juga dikenal sebagai Proses Elektro-Silikotermik.
I. Persiapan bahan baku: Bahan baku utamanya adalah produk antara ferroalloy dengan kandungan silikon tinggi dan rendah karbon (seperti paduan silikon-mangan dan silikon-kromium), dikombinasikan dengan fluks seperti bijih mangan, bijih kromium, dan kapur.
II Pemanasan busur: Busur dihasilkan oleh tiga elektroda (elektroda grafit atau self-baking) untuk menghasilkan suhu tinggi yang diperlukan untuk reaksi desilikonisasi.
AKU AKU AKU. Reaksi desilikonisasi: Dalam kondisi suhu tinggi dan terak kebasaan tinggi (rasio CaO/SiO₂ 1,6~1,8), silikon dalam produk antara bereaksi dengan bijih tambahan (bijih mangan, bijih kromium). Silikon teroksidasi dan memasuki terak, sehingga mengurangi kandungan karbon pada produk akhir.
IV. Penyadapan: Setelah pemurnian selesai, logam cair dibuang ke sendok melalui alat miring atau cerat penyadap. Logam cair kemudian dituang menjadi batangan untuk mendapatkan produk akhir.